Kanjiku – Mata (目) dan mulut (口)

October 7, 2009 at 6:04 am (belajar yuuk)

Kanjiku  – Mata (目) dan mulut (口)

Kali ini kita akan membahas dua kanji yang mudah lagi. Keduanya diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan anggota tubuh.

Mata (目, me) dan mulut (口, kuchi)

Bahasa Jepang mata adalah me. Agar mudah mengingatnya, bayangkan saja mata merah:

Nemonik \"me\" ke \"mata\" - mata merah

Bahasa Jepang mulut adalah kuchi. Bayangkan kucing yang melahap tikus di mulutnya:

Nemonik \"kuchi\" ke \"mulut\" - kucing dengan tikus di mulutnya

Nah kanjinya sangat mudah diingat karena bentuknya mirip mata dan mulut! Hanya saja, perlu diketahui bahwa di kanji tidak ada bentuk lingkaran jadi semua bentuk yang melingkar atau lonjong (misal mata) dijadikan segi empat! Perhatikan kemiripannya di ilustrasi berikut:

Ilustrasi kanji me (目) dan kuchi (口)

Alien tersebut sedang tidur-tiduran, oleh karenanya kepalanya tidak tegak. Dia kaget melihat kamu sehingga mulutnya menganga lebar.

Inilah urutan menggambar 目:

Urutan guratan/penulisan kanji 目 (me, mata)

Ingat bahwa sebelum kotak luar diselesaikan, kamu mengisi dalamnya dulu. Sama seperti kotak kado, sebelum ditutup harus diisi hadiah dulu. Itu adalah aturan umum dalam menulis kanji.

Ini urutan menggambar 口:

Urutan guratan/penulisan kanji 口 (kuchi, mulut)

Bentuk kotak 口 ini akan sering muncul di kanji-kanji lain, jadi ingat baik-baik cara menulisnya.

Penggunaan

Kedua kanji tersebut digunakan di nama-nama misalnya 夏目漱石 (Natsume Souseki) sang novelis terkenal dan 山口 (Yamaguchi) yaitu salah satu prefektur di Jepang.

Sampingan: Kenapa kuchi menjadi guchi?

Inilah contoh penggunaanya di kalimat:

アメリカ人は口で、日本人は目で話す。[1]

amerika-jin wa kuchi de, nihon-jin wa me de hanasu

Orang Amerika berbicara dengan mulut, orang Jepang dengan mata.

アメリカ人 (amerika-jin): orang Amerika

日本人 (nihon-jin): orang Jepang

話す (hanasu): berbicara

Aneh? Itu adalah judul artikel Slashdot Jepang tentang suatu penelitian. Saat berbicara, orang pasti melihat lawan bicaranya untuk menangkap petunjuk-petunjuk emosi tertentu. Nah ternyata orang Jepang cenderung melihat mata lawan bicaranya sedangkan orang Amerika mulut.

Sampingan: Tentang partikel konteks de

Ini contoh yang mudah-mudahan lebih normal:

彼は口が臭い。[2]

kare wa kuchi ga kusai

Dia mulutnya bau.

彼 (kare): dia

臭い (kusai): bau tidak enak

Mungkin bukan contoh yang terlalu bagus… Ini contoh terakhir:

幸せは目の前にある。[3]

shiawase wa me no mae ni aru

Kebahagiaan ada di depan mata.

幸せ (shiawase): kebahagiaan

前 (mae): depan

ある (aru): ada

Terlalu puitis?

Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya dan jangan lupa untuk mencoba menulis kanji-kanji yang telah dipelajari di sini.

Permalink Leave a Comment

Rikaichan: Add-on kamus bahasa Jepang dan kamus kanji untuk Firefox

October 7, 2009 at 5:20 am (all about windows)

Rikaichan: Add-on kamus bahasa Jepang dan kamus kanji untuk Firefox

Rikaichan, add-on kamus bahasa Jepang dan kamus kanji untuk Firefox

Semua orang menggunakannya! Sebagai pelajar bahasa Jepang, program yang wajib kamu punya untuk menjelajahi web adalah kombinasi browser Mozilla Firefox ditambah add-on Rikaichan. Rikaichan berfungsi sebagai kamus bahasa Jepang yang bekerja menggunakan popup, jadi saat membaca halaman suatu situs kamu tidak perlu bolak-balik ke program kamus terpisah.

Instalasi

Pertama-tama, download dan install Firefox kalau kamu belum memilikinya. Setelahnya, kunjungi halaman utama Rikaichan lalu install ekstensi utamanya (main extension) dan salah satu kamus (word dictionary) yang ada. Saya menggunakan kamus Jepang-Inggris, namun ada beberapa pilihan lain misalnya Jepang-Jerman dan Jepang-Perancis. Sayangnya belum ada kamus Jepang-Indonesia.

Kalau kamu mengklik pranalanya dari Firefox, Firefox akan mencoba untuk langsung menginstallnya. Kalau kamu memilih untuk menyimpannya lebih dulu ke hard disk dan menginstallnya belakangan, klik kanan pranalanya dan pilih Save Link As.... Instalasi manual bisa dilakukan lewat menu FileOpen File... dan memilih berkas .xpi yang ingin diinstall.

Penggunaan

Untuk menyalakan Rikaichan di suatu halaman, tekan kombinasi tombol Alt + Ins. Nanti akan muncul pesan berikut:

Pesan bahwa Rikaichan telah dinyalakan

Kalau entah kenapa tidak bisa nyala dengan cara itu, kamu bisa mengaktifkannya lewat menu ToolsRikaichan. (Kalau lewat menu ini, pasti nyala walaupun mungkin tanpa ada pesan apapun)

Setelahnya, kamu tinggal mengarahkan kursor mouse kamu ke awal kata yang tidak kamu ketahui. Otomatis Rikaichan akan memunculkan dirinya:

Rikaichan, add-on kamus bahasa Jepang dan kamus kanji untuk Firefox

Untuk setiap kemungkinan, Rikaichan akan menunjukkan cara membacanya dalam kana dan juga artinya.

Rikaichan juga cukup canggih karena bisa bekerja pada kata yang terinfleksi. Misalnya, kata yang muncul di halaman web mungkin “tabemasu” tapi dia bisa mencari bentuk dasarnya “taberu” di kamus.

Kamus kanji

Secara default, Rikaichan akan memunculkan kamus kata seperti di atas. Kalau yang ingin kamu cari adalah informasi kanji, misalnya seluruh bacaan on dan kun yang ada, kamu tinggal menekan shift saat kamus katanya muncul:

Rikaichan sebagai kamus kanji

Informasinya sangat banyak, mulai dari jumlah guratan, kelas Jouyou kanji tersebut, sampai indeksnya untuk berbagai kamus.

Rikaichan Lookupbar

Kamu bisa juga menggunakan Rikaichan sebagai kamus elektronik tradisional, di mana kamu mengetikkan atau mempaste kata yang ingin dicari. Gunakan Rikaichan Lookupbar yang bisa dimunculkan dengan tombol Alt + Del atau melalui menu ToolsRikaichan Lookupbar:

Rikaichan lookupbar sebagai kamus bahasa Jepang tradisional

Kamu tinggal menuliskan masukannya di kotak teks yang tersedia. Perlu diketahui bahwa dia tidak menerima masukan romaji. Jadi pastikan bahwa sistem kamu bisa untuk menulis huruf Jepang.

Lain-lain

Saat kamusnya muncul, kamu bisa menekan C untuk mengkopi isinya. Lalu, kamu bisa melihat tombol pintas lain beserta mengubah berbagai macam opsi dan setting yang ada dari menu ToolsAdd-ons.

Secara umum, kamus dasarnya tidak memuat nama orang. Tapi di situs Rikaichan kamu bisa mengunduh kamus nama (names dictionary) tambahan sebesar 11 MB yang juga berisi nama tempat. Kamus namanya sangat lengkap sampai ke tingkat yang mengerikan. Dia mengenali mulai dari tokoh sejarah seperti 織田信長 (Oda Nobunaga), pengarang terkenal seperti 夏目漱石 (Natsume Souseki), pemain igo seperti 趙冶勲 (Chou Chikun), sampai aktris seperti 堀北真希 (Horikita Maki)! Kamus nama tersebut sangat berguna untuk membaca berita dan tulisan-tulisan tentang Jepang dari Internet!

Penutup

Tidak perlu diragukan lagi bahwa Rikaichan adalah alat yang esensial bagi pelajar bahasa Jepang. Hanya dengan berbekal hiragana dan katakana, kamu otomatis langsung bisa mengakses semua tulisan Jepang yang ada di dunia luar sana! Install plugin ini, coba, dan kamu akan segera heran bahwa kamu dulunya bisa hidup tanpa Rikaichan.

sumber : http://www.yumeko.web.id

Permalink Leave a Comment

Menginstall font bahasa Jepang di Windows XP

October 7, 2009 at 5:04 am (all about windows)

Menginstall font bahasa Jepang di Windows XP

Di blog ini, selain artikel-artikel mengenai bahasa Jepangnya sendiri, sesekali akan muncul juga tulisan tentang bagaimana mengatur Sistem Operasi kamu untuk mendukung studi bahasa Jepang dan juga tentang program-program yang akan sangat membantu studi bahasa Jepangmu. Inilah artikel pertama yang mengangkat tema tersebut.

Dalam menggunakan komputer untuk belajar bahasa Jepang atau mencari hal-hal yang berbau Jepang, yang yang paling utama adalah membuat komputernya bisa menampilkan huruf Jepang. Secara default, Windows XP tidak menginstall font-font bahasa Jepang sehingga jika kita mengunjungi situs-situs berbahasa Jepang yang muncul adalah karakter yang kacau atau mojibake (文字化け). 文字 (moji) berarti huruf dan 化け (bake) berasal dari 化ける (bakeru) yang artinya berubah wujuh.

Mojibake bisa berwujud karakter yang ditampilkan sebagai kotak:

(huruf-huruf di bagian atas bisa muncul dengan benar karena merupakan bagian dari berkas gambar)

Program lain mungkin menuliskan kode Unicode karakternya di dalam kotak:

Ketiadaan font bisa juga menyebabkan karakternya ditampilkan sebagai tanda tanya (???) atau simbol lain.

Selain pada halaman situs, masalah mojibake juga bisa muncul pada jenis dokumen lain misalnya dokumen teks (.txt). Mojibake juga bisa terjadi pada program yang antarmukanya menggunakan bahasa Jepang (misalnya game-game di uue.holy.jp). Walaupun begitu, fokus artikel ini adalah pada halaman situs yang berisi teks bahasa Jepang.

Instalasi font bahasa Jepang

Di Windows XP, cara instalasinya cukup mudah. Yang kamu perlukan hanyalah CD Windows XP yang bersangkutan.

Pertama, pergi ke Control Panel dan buka Regional and Language Options. Kalau entah kenapa kamu tidak bisa menemukannya, kamu bisa menjalankannya lewat StartRun... lalu memasukkan perintah intl.cpl. Lalu dari window yang muncul pergilah ke tab Languages:

Dari situ, pilih Install files for East Asian Languages yang akan menginstall font-font untuk bahasa Jepang, China, dan Korea. Sebaiknya kamu sekalian saja memilih Install files for complex script and right-to-left languages (including Thai) karena walaupun kamu mungkin tidak ada rencana mempelajari bahasa-bahasa tersebut, tentunya lebih baik jika semua tulisan pada komputer bisa ditampilkan dengan benar.

Setelahnya tekan OK untuk menginstall berkas-berkas yang diperlukan. Masukkan CD Windows XP jika ditanyakan, dan restart computer jika diminta.

Kunjungi Wikipedia Bahasa Jepang untuk memastikan bahwa tulisannya ditampilkan dengan benar, yang kurang lebihnya seperti berikut:

Bandingkan juga tulisan di dalam tanda kutip berikut:

“モーニング娘。”

dengan gambar di bawah:

Kesalahan encoding

Walaupun font bahasa Jepang sudah diinstall dengan cara di atas, ada kalanya suatu situs web tetap tidak bisa ditampilkan dengan benar. Contoh tampilan mojibakenya adalah sebagai berikut:

Ini kemungkinan besar adalah karena setting encoding yang keliru. Penjelasan singkatnya adalah, suatu data tulisan di komputer pada dasarnya adalah kode-kode biner 0 dan 1, misalnya 10000101001011. Bagaimana mengartikan kode tersebut menjadi tulisan? Nah, yang jadi masalah adalah ada banyak standar untuk pengkodean karakter. Misalnya, rangkaian 0 dan 1 tadi jika diartikan berdasarkan standar ASCII adalah dua huruf BK. Kalau halaman suatu situs ditulis dengan pengkodean UTF-8 misalnya, namun diterjemahkan sebagai ISO-8859-1, tentu hasilnya akan kacau.

Suatu halaman web yang benar seharusnya memberi informasi ke browser tentang pengkodean yang dipakainya. Kalau hal ini lalai dilakukan, browser biasanya menebak-nebak dan kadangkala (seringkali?) tebakannya salah. Yang bisa kita lakukan adalah mencoba kemungkinan pengkodean lain. Di Firefox 3, hal ini dilakukan dari menu ViewCharacter Encoding:

Kamu pertama bisa mencoba Auto-DetectJapanese. Kalau itu gagal, coba-coba saja semua pilihan yang berbau Jepang pada More EncodingsEast Asian.

Pada IE7, cara untuk merubah encoding ada di ViewEncoding. Browser lain seperti Opera juga seharusnya memiliki menu sejenis.

Penutup

Dengan diinstallnya font bahasa Jepang, walaupun mungkin sekarang kita belum bisa membacanya, paling tidak tulisannya muncul sebagaimana seharusnya. Untuk kasus darurat di mana kamu tidak bisa menginstall font, misalnya pada komputer warnet, kamu bisa mengunjungi situs gateway ini yang akan mengkonversi tulisan Jepang menjadi gambar sehingga bisa dibaca di komputer yang tidak memiliki fontnya.

Sistem operasi Linux modern seperti Ubuntu 8.04 sudah memiliki font bahasa Jepang secara default, jadi tidak ada yang perlu dilakukan.

Nantikan seri selanjutnya yang akan membahas cara mengetik huruf Jepang di Windows XP!

sumber : http://www.yumeko.web.id

Permalink Leave a Comment

Mengubah setting Windows XP agar program Jepang bermasalah bisa berjalan

October 6, 2009 at 3:45 pm (all about windows) ()

Mengubah setting Windows XP agar program Jepang bermasalah bisa berjalan

Program Jepang nggak jalan
Aduh, sudah download capek-capek ternyata nggak jalan! Padahal sudah install font Jepang!

Di zaman modern ini, sudah ada standar bernama Unicode untuk merepresentasikan huruf-huruf pada berbagai macam bahasa di dunia. Jadi dengan memanfaatkan Unicode, suatu program komputer modern bisa dengan mudah menampilkan huruf Yunani, katakana, dan huruf Arab secara bersamaan misalnya.

Namun dulu teknologi komputer sangatlah terbatas. Oleh sebab itu, program-program lama tidak bisa secara bersamaan menampilkan huruf Arab dan katakana misalnya. Kalau di sistem operasinya diatur agar mendukung bahasa Arab, maka program-program yang ingin menampilkan bahasa Jepang tidak bisa jalan dengan baik, dan begitu juga sebaliknya.

Contoh masalah

Inilah beberapa contoh masalah yang bisa muncul pada program-program non-Unicode tersebut. Yang pertama, programnya tidak mau jalan sama sekali. Mungkin jalan sekilas, menampilkan pesan eror fatal, dan keluar. Sebagai bonus, kalau pesan erornya dalam bahasa Jepang maka yang keluar adalah mojibake. Ini contohnya pada Wolf RPG Editor:

Game RPG Jepang gagal jalan

Kedua, mungkin programnya bisa jalan tapi huruf Jepangnya menjadi mojibake. Ini contohnya, suatu ebook bergambar mengenai Legenda Tangkuban Perahu (perhatikan huruf Jepang di bagian bawahnya):

Ebook cerita rakyat Tangkuban Perahu bahasa Jepang

Apapun masalahnya, tentunya programnya jadi tidak bisa dinikmati.

Penyebab

Komputer-komputer Windows XP di Indonesia biasanya menggunakan setting default, yaitu agar menginterpretasikan program-program “kuno” tersebut sebagai program berbahasa Inggris. Oleh karenanya, kalau kita mencoba menjalankan program Jepang non-Unicode, program tersebut tidak bisa jalan dengan baik.

Jadi kalau kamu mendapatkan masalah saat mencoba menjalankan program berbahasa Jepang yang didapat dari Internet misalnya, ikuti panduan di tutorial ini.

Persiapan

PENTING: Ikuti langkah di sini sebelum maju ke bagian berikutnya!

Pertama kamu harus menginstall font bahasa Jepang.

Lalu install IME agar kamu bisa menulis bahasa Jepang. Saya rasa langkah kedua ini sebetulnya opsional, tapi alangkah baiknya kalau kita bisa sekalian memasukkan nama Jepang ke game RPG Jepang yang kamu download, misalnya.

Langkah-langkah untuk mengubah settingnya

Kalau persiapan di atas sudah dilakukan, setting berikutnya sangatlah sederhana. Pergi ke “Control Panel”, buka “Regional and Language Options” (ganti ke “Classic View” kalau susah mencarinya), lalu masuk tab “Advanced”. Kamu akan mendapati window berikut:

Regional and Language Options

Tinggal ganti saja pilihan di drop down dari “English (United States)” (atau apapun yang diset di situ) menjadi “Japanese”. Setelahnya pilih “OK”. Kalau diminta memasukkan CD windows, tinggal ikuti petunjuknya saja. Tapi ada kemungkinan file-file yang diperlukan sudah ada di hard disk sehingga Windows hanya akan menanyakan apakah mau menggunakan file yang sudah di hard disk (tentunya pilih iya). Terakhir nanti akan diminta restart.

Hasil

Hasilnya, program yang tadinya tidak mau jalan akan bisa jalan! Perhatikan Wolf RPG Editor misalnya (bonus buat yang bisa baca menunya, ayo tulis di komentar):

Game Jepang Wolf RPG Editor berjalan dengan benar

Lalu program yang tadinya jalan dengan mojibake sekarang akan bisa jalan dengan huruf Jepang yang ditampilkan sempurna. Perhatikan saja ebook Tangkuban Perahu tadi misalnya:

Tangkuban perahu dengan teks Jepang

Hmm… Sepertinya saya mendengar teriakan hore…

Efek samping

Ada efek sampingnya? Iya, tapi tidak terlalu buruk. Dan lagipula setting di Control Panelnya bisa kamu kembalikan kapanpun.

Efek samping pertama berkaitan dengan mata uang Jepang. Dengan teknologi zaman dahulu, jumlah huruf “umum” yang bisa ditampilkan sangatlah terbatas. Nah dulu orang yang merancang teknologinya (entah siapa) beranggapan bahwa simbol yen (¥) bagi orang Jepang lebih penting dari simbol backslash (\). Oleh karenanya pada program-program Jepang non-Unicode, kode karakter untuk backslash akan digambar sebagai yen. Kalau kamu menekan tombol backslash di keyboard maka dia akan digambar sebagai yen. Lihat efeknya pada beberapa program misal Explorer:

Yen pada Windows Explorer

Aneh kan? Tapi jangan terlalu panik karena itu hanya masalah penggambaran di program yang bersangkutan. Pada dasarnya secara internal tidak ada yang berubah. Jadi misalnya kamu copy-paste alamat di Explorer tadi ke program seperti Notepad, dia akan secara benar digambar sebagai backslash lagi.

Ini kesalahan desain yang ada dari entah kapan, jadi di otak orang Jepang simbol yen sudah sama seperti simbol backslash kalau berurusan dengan komputer. Kamu juga harus mulai menganggap mereka sama (setelah bertahun-tahun saya sendiri akhirnya terbiasa haha).

Berikutnya belum tentu efek samping yang buruk. Tapi yang pasti, ada program-program tertentu yang menggunakan setting di Control Panel tadi untuk menentukan bahasanya. Contohnya adalah program gambar Inkscape. Kalau settingan di Control Panel tadi kita set ke Japanese, maka secara otomatis Inkscape akan menggunakan antarmuka berbahasa Jepang. Pada kasus seperti ini, konsultasikan dokumentasi program masing-masing untuk mengubahnya kembali menjadi bahasa Inggris misalnya.

Penutup

Dengan mengubah settingan Control Panel seperti yang dijelaskan di artikel ini, kamu akan mendapat keuntungan berikut:

  • Program Jepang non-Unicode bisa berjalan
  • Kamu bisa mengaktifkan IME di command prompt (kalau tidak tahu command prompt, abaikan informasi ini :) )

Permalink Leave a Comment

Cara Menjalankan Program Jepang Bermasalah Tanpa Mengubah Setting Locale Windows

October 6, 2009 at 3:25 pm (sastra) ()

Cara Menjalankan Program Jepang Bermasalah Tanpa Mengubah Setting Locale Windows

Q-Tsune-san mengangkat suatu kesulitan yang sangat valid. Kalau kita menggunakan komputer bersama-sama (misal satu keluarga), maka mensetting Windows seperti pada artikel sebelumnya bisa mengganggu pemakai lain karena akan ada program-program yang secara otomatis mengubah bahasanya menjadi bahasa Jepang.

Untuk latar belakang masalahnya (dengan banyak gambar ilustrasi) silahkan baca artikel sebelumnya. Di sini kita hanya akan membahas metode alternatifnya yaitu menggunakan program AppLocale yang dibuat oleh Microsoft sendiri untuk mengatasi masalah ini.

Persiapan

PENTING: Ikuti langkah di sini sebelum maju ke bagian berikutnya!

Pertama kamu harus menginstall font bahasa Jepang.

Lalu install IME agar kamu bisa menulis bahasa Jepang. Saya rasa langkah kedua ini sebetulnya opsional, tapi alangkah baiknya kalau kita bisa sekalian memasukkan nama Jepang ke game RPG Jepang yang kamu download, misalnya.

Kedua langkah di atas tidak akan memberi efek samping apapun ke program yang tidak diinginkan.

AppLocale

Berikutnya, download dan install AppLocale. Kalau kesulitan mengunduh dari situs resminya Microsoft, silahkan ambil dari mirror di MediaFire. Perlu dicatat bahwa program tersebut dirancang untuk Windows XP.

Selanjutnya kamu bisa menjalankan program ini dari Start – All Programs – Microsoft AppLocale – AppLocale. Tinggal ikuti saja pentunjuknya yaitu memilih program yang ingin dijalankan dan selanjutnya memilih mode bahasa yang diinginkan (tentu saja pilih bahasa Jepang (日本語)).

Menu Konteks Explorer

Untuk mempermudah penggunaan program AppLocale di atas, kamu bisa menambahkan menu konteks ke Windows Explorer. Download file zip di bawah lalu buka file japanese_locale_context_add.reg di dalamnya:

japanese_locale_context.zip

Dengannya, untuk menjalankan program pada mode Jepang kamu tinggal mengklik kanan program Jepangnya lalu pilih “Run in Japanese Locale”. (tentu AppLocale sudah harus kamu install)

Untuk menghilangkan menu konteksnya, klik dua kali file japanese_locale_context_remove.reg pada file zip di atas.

Penutup

Semoga langkah-langkah di atas bisa membantu! Untuk program Jepang yang bisa dicoba, silahkan lihat misalnya ehon. Kalau ada yang mencoba metode ini dan berhasil, saya akan sangat berterima kasih kalau ada yang mengkonfirmasikannya melalui komentar :).

Permalink Leave a Comment

Hello world!

September 9, 2009 at 4:24 pm (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Comment